Wuih udah lama ga posting di blog, terakhir ngepost di tahun 2012. Yah maklum, selama ini bekerja sebagai babu di salah satu perusahaan garment yang dinaungi oleh expat India. Jadi, setiap hari lembur secara sukarela alias tanpa dibayar. Tapi, itu semua sudah berakhir sejak bulan desember 2013, siklus hidup pun kembali normal, haha..
Gw adalah lulusan Ilmu Administrasi Negara UI. Bagi gw, sangat susah untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan background pendidikan. Jurusan gw ini memang banyak mempelajari mengenai hal2 yang terkait dengan Pemerintahan, jadi ya memang cocok untuk bekerja di instansi pemerintah. Hanya saja, rekrutmen CPNS kan setaun sekali, bahkan pada tahun 2011, ketika gw lulus, ada moratorium dimana tidak ada rekrutmen PNS sama sekali pada waktu itu.
Berdasarkan pengalaman teman2 saya, pada akhirnya mereka kebanyakan bekerja di Bank, ada pula yg bekerja di perusahaan Asuransi, forwarder, dll. Oleh karena itu, ketika ada rekrutmen CPNS di tahun ini, saya memang bekerja keras untuk ikut seleksinyaa dan sampe bolos kantor mulu, hihi..
Cobaan terberat pertama dalam menghadapi seleksi cpns adalah menyiapkan berkas2. Dana yang dikeluarkan secara total yah hampir 1 jt. Berkas-berkas yg bikin gw mengharuskan bolos adalah bikin surat sehat, dan bikin sertifikat TOEFL. Rasanya capek bgt karena semua instansi gw ikutin, so pasti gw harus menyediakan map snelhecter berbagai warna, pas foto berbagai ukuran dan warna background, materai 6000, dan amplop coklat yang banyak. kenapa gw masukin berkas ke banyak instansi? karena ini juga untung2an. Gw ga lulus seleksi administrasi di sebagian instansi yg gw lamar. Kenapa? ya kemungkinan IPK gw kalah bersaing karena ada juga instansi yg menyaring dari IPK di awal seleksi. Sungguh ga adil bukan karena sekarang IPK ga ngejamin lo olang bisa kerja.
Seleksi CPNS di tahun 2013 ini, memang beda dari tahun2 sebelumnya dimana ada untuk ujian TKD (Tes Kemampuan Dasar) memakai dua metode, yakni CAT (Computer Assisted Test) dan LJK (Lembar Jawaban Komputer).
Untuk CAT, memang ini adalah taun pertama menggunakannya. Kita menjawab soal-soal dengan menggunakan komputer, jadi ga capek ngebulet2in lagi, ngeraut pensil 2B, dan berjuang menghapus jawaban yg salah. Kali ini kita tinggal ngeklik2 aja untuk menjawab dan merevisi jawaban. Sangat mudah. Pada CAT, kita harus mengerjakan 100 soal dalam waktu 90 menit. Ini Pinter2nya me-manage waktu. Lagipula kita juga dimudahkan karena di layar komputer bisa melihat waktu yg tersisa, jadi bisa ngebuuuut klo ada soal yg belum keisi.Nah, setelah selesai ujian, bisa ngeliat nilai kita di layar komputer dan lalu di recap ke dalam satu monitor besar (biasanya di taro diluar ruangan) dan diperingkatkan berdasarkan semua peserta ujian di hari itu, pemeringkatan bukan berdasakan formasi yah. Oiya untuk Instansi yg memakai CAT, jadwal ujian nya tidak serempak, jadi memungkinkan kita untuk daftar lebih dari satu instansi.
Nah, masih ada juga nih instansi yg memakai LJK. Pasti sudah ga asing lagi dengan metode ini. kita menggunakan Lembar jwaban Komputer ketika ujian dimana cobaan ngebulatin jawaban dan ngeraut pensil menjadi makanan wajib. Untuk LJK, jumlah soal berjumlah 120 soal dan dikerjakan dlm waktu 2 jam. Ketika ujian jangan lupa ya bawa PENSIL 2B DKK, PAPAN JALAN, dan JAM TANGAN. Untuk waktu ujian, Khusus LJK, dilaksanakan serempak pada hari minggu 3 Nov. Hasilnya?? ya bisa diketahui sebulan kemudian, bahkan bisa lebih, jadi ga bisa ikut lebih dari satu instansi dan harus bersabar ya bapak2 dan ibu2, namanya juga masih konvensional.
Setelah melalui yang namanya ujian dengan CAT atau LJK, pastinya dag dig dug kan nungguin pengumuman seleksi TKD. untuk ngeliat lulus apa ga nya, kita harus melampauin passing grade yg telah ditetapkan panselnas, yaitu:
- CAT (100 soal)
Test karakteristik pribadi dengan nilai minimal 105
Test intelegensi umum dengan nilai minimal 75
Test wawasan kebangsaan dengan nilai minimal 70.
- LJK (120 soal)
Test karakteristik pribadi dengan nilai minimal 108
Test intelegensi umum dengan nilai minimal 70
Test wawasan kebangsaan dengan nilai minimal 64
Jika yang sudah memiliki nilai melebihi passing grade diatas, jangan senang dulu. Kita harus menghadapi kebijakan di masing2 instansi. Ada instansi yang meluluskan semua peserta yang memiliki nilai diatas passing grade dan ada juga yang membatasi peserta lulus dengan jumlah 3X FORMASI. Nah jadi belum tentu lulus kan klo nilai kita bagus.
Setelah TKD lulus, melanjutkan ke TKB (Tes Kemampuan Bidang). Seperti apa sih TKB ini? ya macem2 tergantung kebijakan masing2 instansi juga. ada yang cuma psikotes atau interview dan ada yg mix keduanya. Setelah TKB, baru kita bisa mengetahui hasil final dengan mempertimbangkan 60% TKD dan 40% TKB. Jadi, sebaiknya diusahakan nilai TKD nya tinggi ya, nilai amannya si berada di atas 350.
Semoga sharing pengalaman ini bermanfaat bagi yg akan mengikuti seleksi CPNS 2014. Nanti lanjut lagi ke part 2 dan berikutnya mengenai seleksi di beberapa instansi yang saya ikuti. It's a long long journey to be a civil servant.. :)
Bye!
Regards,
Menik
No comments:
Post a Comment