Wuih udah lama ga posting di blog, terakhir ngepost di tahun 2012. Yah maklum, selama ini bekerja sebagai babu di salah satu perusahaan garment yang dinaungi oleh expat India. Jadi, setiap hari lembur secara sukarela alias tanpa dibayar. Tapi, itu semua sudah berakhir sejak bulan desember 2013, siklus hidup pun kembali normal, haha..
Gw adalah lulusan Ilmu Administrasi Negara UI. Bagi gw, sangat susah untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan background pendidikan. Jurusan gw ini memang banyak mempelajari mengenai hal2 yang terkait dengan Pemerintahan, jadi ya memang cocok untuk bekerja di instansi pemerintah. Hanya saja, rekrutmen CPNS kan setaun sekali, bahkan pada tahun 2011, ketika gw lulus, ada moratorium dimana tidak ada rekrutmen PNS sama sekali pada waktu itu.
Berdasarkan pengalaman teman2 saya, pada akhirnya mereka kebanyakan bekerja di Bank, ada pula yg bekerja di perusahaan Asuransi, forwarder, dll. Oleh karena itu, ketika ada rekrutmen CPNS di tahun ini, saya memang bekerja keras untuk ikut seleksinyaa dan sampe bolos kantor mulu, hihi..
Cobaan terberat pertama dalam menghadapi seleksi cpns adalah menyiapkan berkas2. Dana yang dikeluarkan secara total yah hampir 1 jt. Berkas-berkas yg bikin gw mengharuskan bolos adalah bikin surat sehat, dan bikin sertifikat TOEFL. Rasanya capek bgt karena semua instansi gw ikutin, so pasti gw harus menyediakan map snelhecter berbagai warna, pas foto berbagai ukuran dan warna background, materai 6000, dan amplop coklat yang banyak. kenapa gw masukin berkas ke banyak instansi? karena ini juga untung2an. Gw ga lulus seleksi administrasi di sebagian instansi yg gw lamar. Kenapa? ya kemungkinan IPK gw kalah bersaing karena ada juga instansi yg menyaring dari IPK di awal seleksi. Sungguh ga adil bukan karena sekarang IPK ga ngejamin lo olang bisa kerja.
Seleksi CPNS di tahun 2013 ini, memang beda dari tahun2 sebelumnya dimana ada untuk ujian TKD (Tes Kemampuan Dasar) memakai dua metode, yakni CAT (Computer Assisted Test) dan LJK (Lembar Jawaban Komputer).
Untuk CAT, memang ini adalah taun pertama menggunakannya. Kita menjawab soal-soal dengan menggunakan komputer, jadi ga capek ngebulet2in lagi, ngeraut pensil 2B, dan berjuang menghapus jawaban yg salah. Kali ini kita tinggal ngeklik2 aja untuk menjawab dan merevisi jawaban. Sangat mudah. Pada CAT, kita harus mengerjakan 100 soal dalam waktu 90 menit. Ini Pinter2nya me-manage waktu. Lagipula kita juga dimudahkan karena di layar komputer bisa melihat waktu yg tersisa, jadi bisa ngebuuuut klo ada soal yg belum keisi.Nah, setelah selesai ujian, bisa ngeliat nilai kita di layar komputer dan lalu di recap ke dalam satu monitor besar (biasanya di taro diluar ruangan) dan diperingkatkan berdasarkan semua peserta ujian di hari itu, pemeringkatan bukan berdasakan formasi yah. Oiya untuk Instansi yg memakai CAT, jadwal ujian nya tidak serempak, jadi memungkinkan kita untuk daftar lebih dari satu instansi.
Nah, masih ada juga nih instansi yg memakai LJK. Pasti sudah ga asing lagi dengan metode ini. kita menggunakan Lembar jwaban Komputer ketika ujian dimana cobaan ngebulatin jawaban dan ngeraut pensil menjadi makanan wajib. Untuk LJK, jumlah soal berjumlah 120 soal dan dikerjakan dlm waktu 2 jam. Ketika ujian jangan lupa ya bawa PENSIL 2B DKK, PAPAN JALAN, dan JAM TANGAN. Untuk waktu ujian, Khusus LJK, dilaksanakan serempak pada hari minggu 3 Nov. Hasilnya?? ya bisa diketahui sebulan kemudian, bahkan bisa lebih, jadi ga bisa ikut lebih dari satu instansi dan harus bersabar ya bapak2 dan ibu2, namanya juga masih konvensional.
Setelah melalui yang namanya ujian dengan CAT atau LJK, pastinya dag dig dug kan nungguin pengumuman seleksi TKD. untuk ngeliat lulus apa ga nya, kita harus melampauin passing grade yg telah ditetapkan panselnas, yaitu:
- CAT (100 soal)
Test karakteristik pribadi dengan nilai minimal 105
Test intelegensi umum dengan nilai minimal 75
Test wawasan kebangsaan dengan nilai minimal 70.
- LJK (120 soal)
Test karakteristik pribadi dengan nilai minimal 108
Test intelegensi umum dengan nilai minimal 70
Test wawasan kebangsaan dengan nilai minimal 64
Jika yang sudah memiliki nilai melebihi passing grade diatas, jangan senang dulu. Kita harus menghadapi kebijakan di masing2 instansi. Ada instansi yang meluluskan semua peserta yang memiliki nilai diatas passing grade dan ada juga yang membatasi peserta lulus dengan jumlah 3X FORMASI. Nah jadi belum tentu lulus kan klo nilai kita bagus.
Setelah TKD lulus, melanjutkan ke TKB (Tes Kemampuan Bidang). Seperti apa sih TKB ini? ya macem2 tergantung kebijakan masing2 instansi juga. ada yang cuma psikotes atau interview dan ada yg mix keduanya. Setelah TKB, baru kita bisa mengetahui hasil final dengan mempertimbangkan 60% TKD dan 40% TKB. Jadi, sebaiknya diusahakan nilai TKD nya tinggi ya, nilai amannya si berada di atas 350.
Semoga sharing pengalaman ini bermanfaat bagi yg akan mengikuti seleksi CPNS 2014. Nanti lanjut lagi ke part 2 dan berikutnya mengenai seleksi di beberapa instansi yang saya ikuti. It's a long long journey to be a civil servant.. :)
Bye!
Regards,
Menik
eat..eat..eat..
Friday, January 24, 2014
Thursday, May 24, 2012
Foto-Foto dulu atau Doa dulu??
Postingan saya kali ini didorong dengan kalimat ini "Orang Bule dan Orang Arab sebelum makan berdoa dulu dengan khusyu', Orang Indonesia, foto dulu makanannya, update di BBM". Postingan itu terlalu me-generalisir banget deh. Klo gw sendiri sih emang suka foto-foto makanan, ga heran kalo di kamera hp ataupun kamera digital, isinya makanan semua. Lagian alasanannya di foto dulu ya karena biar makanan masih keliatan fresh. Nah sebelum disantap baru deh kita berdoa. ada yang salah kah?
Gw sendiri foto-foto makanan ga sekedar cuma untuk pamer, lagian gw ga punya smartphone jadi emang bukan buat dipamerin. Ada tujuan lain juga, yaitu untuk bahan review makanan. review makanan tanpa foto akan menjadi hambar bukan? Nah dari review itu bisa menghasilkan sebuah reward juga lho karena sekarang memang banyak website-website yang memberikan wadah untuk itu, seperti goorme.com, openrice, yukmakan, dll.Mereka pun punya member segudang juga. So, ga heran dong makanan difoto-fotoin dulu. Setelah di foto, dia berdoa apa enggak, yah itu cuma dia dan Tuhan yang tahu.
Mungkin Ga cuma orang Indonesia juga, orang-orang luar negeri yang pekerjaan membuat artikel yg berisi review makanan atau Food Blogger pasti makanan nya di foto terlebih dulu baru deh disantap. Masa makanan di fotonya pas udah dimakan,. berantakan dong! Ga ada nilai estetikanya.
Kasian banget yah orang Indonesia dibilang seperti itu sama bangsanya sendiri, hehe. Yah jadi gw sih ga setuju dengan Statement itu. Anggap aja itu Statement dibikin sama orang yang sok tahu, haha XD
Cheers!!!
Gw sendiri foto-foto makanan ga sekedar cuma untuk pamer, lagian gw ga punya smartphone jadi emang bukan buat dipamerin. Ada tujuan lain juga, yaitu untuk bahan review makanan. review makanan tanpa foto akan menjadi hambar bukan? Nah dari review itu bisa menghasilkan sebuah reward juga lho karena sekarang memang banyak website-website yang memberikan wadah untuk itu, seperti goorme.com, openrice, yukmakan, dll.Mereka pun punya member segudang juga. So, ga heran dong makanan difoto-fotoin dulu. Setelah di foto, dia berdoa apa enggak, yah itu cuma dia dan Tuhan yang tahu.
Mungkin Ga cuma orang Indonesia juga, orang-orang luar negeri yang pekerjaan membuat artikel yg berisi review makanan atau Food Blogger pasti makanan nya di foto terlebih dulu baru deh disantap. Masa makanan di fotonya pas udah dimakan,. berantakan dong! Ga ada nilai estetikanya.
Kasian banget yah orang Indonesia dibilang seperti itu sama bangsanya sendiri, hehe. Yah jadi gw sih ga setuju dengan Statement itu. Anggap aja itu Statement dibikin sama orang yang sok tahu, haha XD
Monday, May 21, 2012
Sosok Dibalik Warna-Warni Pendidikan Saya
Berbicara mengenai tokoh pendidikan, tentunya yang terlintas di dalam benak saya adalah Ki Hajar Dewantara. Yap, Indonesia memang punya Ki Hajar Dewantara sebagai tokoh pendidikan. Kita tentu telah mengenalnya di berbagai literatur sejarah yang tertuang di buku-buku sejarah ketika kita mengenyam bangku sekolahan. Bahkan Semboyannya telah terpatri di dalam sistem pendidikan di Indonesia saat ini, "ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani".
Ki Hajar Dewantara memberi pengaruh ke dunia pendidikan secara general, tepatnya untuk Indonesia. Nah, untuk saya sendiri? Siapakah Sosok yang memberikan pengaruh terbesar dalam pendidikan saya? Jelas saya akan menjawab lantang, yaitu Kakek Saya!. Kakek saya atau biasa saya memanggilnya Mbah Kung merupakan sosok yang selalu mengajari saya semua mata pelajaran ketika saya mengenyam di bangku sekolah dasar dulu. Dia memang pintar, dia sabar, dan dia pun disiplin (ini terpengaruh dari background militernya). cara penyampaian materi ajarnya pun sangat mudah dicerna oleh saya. bahkan saya lebih senang diajar oleh Mbah Kung dibandingkan guru-guru di tempat saya sekolah.
Mbah Kung memang banyak mengajarkan berbagai pelajaran sejak saya masih kecil. Sebelum saya sekolah, dia membelikan "Buku Pintar" untuk saya. Saya pun senang membacanya. Suatu Hari dia menantang saya yang masih kecil pada waktu itu untuk menghafal nama-nama bandara udara di Indonesia. Lantas dengan semangatnya saya pun menghafal, dan BERHASIL!. Tidak sampai disitu, lalu dia pun meminta saya menghafal Ibu Kota Provinsi, Nama Mata Uang Negara, dan masih banyak lagi. Tanpa disadari, dia telah memperluas pengetahuan saya walau saya belum mengenyam bangku sekolah karena halangan usia yang terlalu dini.
Beranjak besar, lalu diikuti pula dengan naiknya saya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yakni sekolah dasar. Saya akui di tempat saya menuntut ilmu, saya tidak mendapatkan ilmu yang seharusnya saya dapatkan. Para pendidik di sekolah saya itu tidak bisa mendidik anak didiknya dengan benar. Di sekolah ini, uang lebih dielu-elukan dibandingkan kecerdasan anak didiknya. Diskriminasi terhadap si pintar, si bodoh, si kaya, dan si miskin kerap terjadi.
Tidak terbayang, akan seperti apakah saya jika tidak ada sosok Mbah Kung? Hmmm mungkin saya tidak akan mengantongi ranking 3 besar di kelas. Bagi saya, dulu sekolah itu hanya sekadar formalitas untuk mendapatkan ijazah, selebihnya? yah saya lebih intensif belajar di rumah dengan Mbah Kung saya. Saya bisa mengerjakan soal-soal ujian dengan baik karena Mbah Kung selalu melatih saya mengerjakan soal-soal dirumah. Saya pun banyak mendapatkan ilmu dari dia bukan dari guru saya. Kerap kali dia berkata, "Mendingan Mbah aja deh ngajar di Sekolah mu". Ah andaikan bisa terwujud, pasti senang sekali klo di Sekolah Mbah Kung yang ngajar, hehe..
Metode belajar yang diterapkan oleh Mbah saya ini cukup unik. Ketika mengajar matematika, dia menggunakan lidi sebagai alat hitung. Terkadang dia pun memberikan kata-kata kunci yang harus saya hafal untuk format soal cerita. Ketika musim ujian tiba, saya pun seperti dipingit. Tiap harinya saya dihadapkan oleh berbagai macam soal-soal sebagai prediksi soal yang akan keluar ala Mbah Kung. Saya pun didorong terus sampai saya fasih melahap soal-soal tersebut. pada akhirnya itu pun demi kebaikan saya, saya tetap bisa meraih ranking di sekolah.
Ketika saya kelas 5 SD, Akhirnya Mbah Kung saya menghembuskan nafas terakhir. Kala itu saya sangat terpukul karena kehilangan sosok guru, sekaligus sahabat bagi hidup saya. Saya pun harus beradaptasi untuk hidup lebih mandiri. saat itu, pada tahap adaptasi saya, di Kelas 5 SD ini nilai saya turun drastis. Ranking 3 besar, langsung melesat menjadi ranking 10 besar. Di Raport saya pun, diwarnai dengan nilai Merah. Beranjak ke Kelas 6, tidak ada perkembangan berarti. NEM saya tidak memuaskan. Saya tidak berhasil masuk ke Sekolah Favorit waktu itu.
Ketika memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP), disitu saya mulai memunculkan perbaikan. Nilai-nilai saya perlahan-lahan naik dan saya pun selalu berada di peringkat pertama. Pada waktu itu saya menyadari bahwa Saya harus BANGKIT. Saya harus membuat Mbah Kung saya di sana dan tentunya orang tua Bangga. Saya pun harus menjadi orang yang sukses. Pada akhirnya, selepas mengenyam pendidikan di SMP, saya bisa melanjutkan ke SMA Unggulan. Kemudian saya juga berhasil tembus ke Perguruan Tinggi Negeri.
Demikianlah cerita tentang sosok dibalik hingar bingarnya proses menuntut ilmu.Kesabaran, ketelatenan, dan kedisiplinan yang diterapkan kepada saya, membuat saya bisa belajar banyak. Saya pun ada keinginan untuk mendidik anak saya kelak, seperti Mbah Kung mengajarkannya kepada saya.
Ki Hajar Dewantara memberi pengaruh ke dunia pendidikan secara general, tepatnya untuk Indonesia. Nah, untuk saya sendiri? Siapakah Sosok yang memberikan pengaruh terbesar dalam pendidikan saya? Jelas saya akan menjawab lantang, yaitu Kakek Saya!. Kakek saya atau biasa saya memanggilnya Mbah Kung merupakan sosok yang selalu mengajari saya semua mata pelajaran ketika saya mengenyam di bangku sekolah dasar dulu. Dia memang pintar, dia sabar, dan dia pun disiplin (ini terpengaruh dari background militernya). cara penyampaian materi ajarnya pun sangat mudah dicerna oleh saya. bahkan saya lebih senang diajar oleh Mbah Kung dibandingkan guru-guru di tempat saya sekolah.
Mbah Kung memang banyak mengajarkan berbagai pelajaran sejak saya masih kecil. Sebelum saya sekolah, dia membelikan "Buku Pintar" untuk saya. Saya pun senang membacanya. Suatu Hari dia menantang saya yang masih kecil pada waktu itu untuk menghafal nama-nama bandara udara di Indonesia. Lantas dengan semangatnya saya pun menghafal, dan BERHASIL!. Tidak sampai disitu, lalu dia pun meminta saya menghafal Ibu Kota Provinsi, Nama Mata Uang Negara, dan masih banyak lagi. Tanpa disadari, dia telah memperluas pengetahuan saya walau saya belum mengenyam bangku sekolah karena halangan usia yang terlalu dini.
Beranjak besar, lalu diikuti pula dengan naiknya saya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yakni sekolah dasar. Saya akui di tempat saya menuntut ilmu, saya tidak mendapatkan ilmu yang seharusnya saya dapatkan. Para pendidik di sekolah saya itu tidak bisa mendidik anak didiknya dengan benar. Di sekolah ini, uang lebih dielu-elukan dibandingkan kecerdasan anak didiknya. Diskriminasi terhadap si pintar, si bodoh, si kaya, dan si miskin kerap terjadi.
Tidak terbayang, akan seperti apakah saya jika tidak ada sosok Mbah Kung? Hmmm mungkin saya tidak akan mengantongi ranking 3 besar di kelas. Bagi saya, dulu sekolah itu hanya sekadar formalitas untuk mendapatkan ijazah, selebihnya? yah saya lebih intensif belajar di rumah dengan Mbah Kung saya. Saya bisa mengerjakan soal-soal ujian dengan baik karena Mbah Kung selalu melatih saya mengerjakan soal-soal dirumah. Saya pun banyak mendapatkan ilmu dari dia bukan dari guru saya. Kerap kali dia berkata, "Mendingan Mbah aja deh ngajar di Sekolah mu". Ah andaikan bisa terwujud, pasti senang sekali klo di Sekolah Mbah Kung yang ngajar, hehe..
Metode belajar yang diterapkan oleh Mbah saya ini cukup unik. Ketika mengajar matematika, dia menggunakan lidi sebagai alat hitung. Terkadang dia pun memberikan kata-kata kunci yang harus saya hafal untuk format soal cerita. Ketika musim ujian tiba, saya pun seperti dipingit. Tiap harinya saya dihadapkan oleh berbagai macam soal-soal sebagai prediksi soal yang akan keluar ala Mbah Kung. Saya pun didorong terus sampai saya fasih melahap soal-soal tersebut. pada akhirnya itu pun demi kebaikan saya, saya tetap bisa meraih ranking di sekolah.
Ketika saya kelas 5 SD, Akhirnya Mbah Kung saya menghembuskan nafas terakhir. Kala itu saya sangat terpukul karena kehilangan sosok guru, sekaligus sahabat bagi hidup saya. Saya pun harus beradaptasi untuk hidup lebih mandiri. saat itu, pada tahap adaptasi saya, di Kelas 5 SD ini nilai saya turun drastis. Ranking 3 besar, langsung melesat menjadi ranking 10 besar. Di Raport saya pun, diwarnai dengan nilai Merah. Beranjak ke Kelas 6, tidak ada perkembangan berarti. NEM saya tidak memuaskan. Saya tidak berhasil masuk ke Sekolah Favorit waktu itu.
Ketika memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP), disitu saya mulai memunculkan perbaikan. Nilai-nilai saya perlahan-lahan naik dan saya pun selalu berada di peringkat pertama. Pada waktu itu saya menyadari bahwa Saya harus BANGKIT. Saya harus membuat Mbah Kung saya di sana dan tentunya orang tua Bangga. Saya pun harus menjadi orang yang sukses. Pada akhirnya, selepas mengenyam pendidikan di SMP, saya bisa melanjutkan ke SMA Unggulan. Kemudian saya juga berhasil tembus ke Perguruan Tinggi Negeri.
Demikianlah cerita tentang sosok dibalik hingar bingarnya proses menuntut ilmu.Kesabaran, ketelatenan, dan kedisiplinan yang diterapkan kepada saya, membuat saya bisa belajar banyak. Saya pun ada keinginan untuk mendidik anak saya kelak, seperti Mbah Kung mengajarkannya kepada saya.
Sunday, May 13, 2012
Pendamping dan Musiknya
Klo ngomongin masalah kriteria pendamping, semua orang akan
bilang yang baik dan setia.. Yaiyalah klo ga kaya gitu ngapain juga
dipacarin, haha.. itu masih masuk ke General Requirements yah (kaya ngerekrut karyawan aja,hehe)
Tapi klo yang spesific? hmmmm… gw kebetulan dari dulu ngeliat cowo itu dari selera musiknya dulu. pernah suatu ketika ada yg ngedeketin, eh dia ga tau musik-musik yang gw suka, haha yaudah goodbye deh.
Nah, Pertemuan gw dengan pacar yang sekarang juga karena kita nyambung ngomong tentang musik, khususnya yang non-mainstream yah. klo dia doyannya wali band, kangen band, kerispatih, dkk juga gw bakal ilfil, ckakak..
Awalnya, dia sih yg ngedeketin, kebetulan doi senior gw dikampus. Makanya ketika masih OSPEK gw ama dia suka diledekkin sama temen2nya, ihiks. semuanya pun berlanjut ketika ngobrol lewat sms, gw pengen nyari lagu ini itu, dia pun mengerti. Akhirnya dia ngasih gw CD hasil donlotan dia, wahaha maklum dia pencari link donlotan yang handal! CD itu isinya lagu-lagunya Belle and Sebastian, Copeland, Motorhead, dan banyak lagi gw lupa.Dari situlah gw tau kalo selera musik nya emang top, bahkan gw sekarang banyak tau dari dia. Kebetulan dia pun aktif di forum musik kaskus. dia ngeracunin gw juga untuk dateng2 ke gigs ibukota. Aaaaah senangnya. dulu ,dia pun sampe ngeracunin gw buat beli merchandise band buatan agan-agan kaskus (karena ga mampu beli merchandise aslinya, mahal uuuyy)
Aaaaah Alhamdulillah yooo nemu cowo yang selera musiknya sejalan apa yg gw cita-citakan, hihi..
Tapi klo yang spesific? hmmmm… gw kebetulan dari dulu ngeliat cowo itu dari selera musiknya dulu. pernah suatu ketika ada yg ngedeketin, eh dia ga tau musik-musik yang gw suka, haha yaudah goodbye deh.
Nah, Pertemuan gw dengan pacar yang sekarang juga karena kita nyambung ngomong tentang musik, khususnya yang non-mainstream yah. klo dia doyannya wali band, kangen band, kerispatih, dkk juga gw bakal ilfil, ckakak..
Awalnya, dia sih yg ngedeketin, kebetulan doi senior gw dikampus. Makanya ketika masih OSPEK gw ama dia suka diledekkin sama temen2nya, ihiks. semuanya pun berlanjut ketika ngobrol lewat sms, gw pengen nyari lagu ini itu, dia pun mengerti. Akhirnya dia ngasih gw CD hasil donlotan dia, wahaha maklum dia pencari link donlotan yang handal! CD itu isinya lagu-lagunya Belle and Sebastian, Copeland, Motorhead, dan banyak lagi gw lupa.Dari situlah gw tau kalo selera musik nya emang top, bahkan gw sekarang banyak tau dari dia. Kebetulan dia pun aktif di forum musik kaskus. dia ngeracunin gw juga untuk dateng2 ke gigs ibukota. Aaaaah senangnya. dulu ,dia pun sampe ngeracunin gw buat beli merchandise band buatan agan-agan kaskus (karena ga mampu beli merchandise aslinya, mahal uuuyy)
Aaaaah Alhamdulillah yooo nemu cowo yang selera musiknya sejalan apa yg gw cita-citakan, hihi..
Hajatan Keluarga Pacar
Sabtu tanggal 14 April kemarin, gw menghadiri pernikahan sepupu nya Rizqi (pacar gw, red). Yang ngajak gw tuh sebenernya nyokapnya, dia kalo ada acara-acara keluarga begitu emang suka ngajak. Ini adalah kali kedua nya gw menghadiri pernikahan sepupunya kiki. Yaudah gw meng-iyakan ajakannya. Lalu dia telpon gw buat nanya ukuran badan, soalnya mau dibuatin pakaian seragam. Dia nanya ukuran bawahannya aja sih, soalnya bajunya kayanya beli deh. Kemudian gw nyoba ukur-ukur badan sendiri, tapi tapi ternyata setelah diukur berkali-kali, kok ukurannya beda-beda, aneh. Ngukur-ngukur badan sampe otak kusut dan akhirnya gw menyerah. Lalu muncul lah sebuah ide, gw kasih aja sampel rok gw buat dijadiin pedoman ngukur. Bereeeesss laah.
Beberapa hari sebelum Hari H, gw tuh suka resah *cailah*. Rasanya pengen cepet-cepet kelarin itu hari. Pokoknya resah gelisahnya bak pengantennya gitu. Gw kan orangnya pemalu dan kaku banget kalo ada dilingkungan keluarganya dia. Maklum kan jaim. Gw pun udah mengeluhkan ini ke pacar. Untung dia orangnya selalu ngertiin dan ngeyakinin gw..makasih mas pacar..
Hari H akhirnya tiba. Gw bangun pagi2 bgt jam setengah lima. Gw kalo pagi2 gitu terus terang MALES MANDI, akhirnya pada waktu itu gw ga mandi deh *untung ga ada yg engeh* mihihihi. Abis cuci muka kecipak kecipuk, gw sms ke mas pacar, trnyata dia malah bangun jam 5. Padahal rencananya dia berangkat jam 5 eh malah baru bangun dan tadinya pun gw minta bangunin dia pagi2, eh malah kebalikan, hadeeeh.
Jam setengah 7 waktu Indonesia bagian Condet akhirnya si pacar datang, dia jemput gw ke rumah sekalian minta ijin sama emak babeh gw. Trus kita langsung menuju tempat mobilnya parkir (mobilnya doi baru euy, ckikik) dan di mobil udah ada bokap dan adenya. Lha kemanakah nyokapnya? Nyokapnya nginep di tempat budenya buat bantu-bantu.
Jam 7.10 akhirnya kita sampai lah di masjid baiturrahman MPR/DPR, tempat sepupunya melangsungkan pernikahan. Lalu, ketemulah dengan para bude, pakde, om, dan tantenya. Ritual salaman pun berlangsung. Setelah itu, kita semua nunggu di ruangan keluarga dan disana telah tersedia nasi box buat sarapan. Gw dan pacar ngambil box buat makan satu berdua, karena kita emg ga biasa sarapan berat gitu, takut kebelet pup. Tapi akhirnya ga abis juga tuh makanan, gw pun Cuma ngabisin kerupuk doang, hihi.
Jam 8 kurang, penganten udah siap. Gw beserta keluarga pacar menggiring si penganten cowo (sepupunya pacar) sampe ke venue akad. Lalu akad nikah pun berlangsung hidmat dan mengharukan di segment sungkeman. Gw pun ngebayangin kalo gw dan pacar ada disitu. Aduh kaya gimana yah. Lalu pikiran aneh pun muncul, kalo salah satu dari kita kebelet pup dan ga bisa ditahan gimana yah. Bisa berabe, hehe. Tapi beneran jadi mupeng sih, apalagi setelah akad si penganten pria ngejemput cewenya terus kening cewenya di cium dan cewenya pun mencium tangan cowonya. So sweet banget. Mudah-mudahan bisa cepat tertular. Amin.
Setelah akad yang berakhir jam stgh 10, waktunya nunggu lagi sampai waktu resepsi jam 11. Ga ada kerjaan deh. Bengong. Rasa-rasa pengen pulang pun menghantui. Sepupu-sepupunya rizqi yg lain baru ada yang datang. Ada yg udah berkeluarga namanya mba dian, dia punya dua anak, anak yg terakhir masih umur 6 atau 7 bulan gitu. Gendut banget dan jadi maenan keluarganya. Terus disusul dua sepupu lainnya, yang sepertinya tidak menganggap kehadiran gw. Agak gimana gitu, ngajak salaman juga engga, gw dilewatin sama mereka. Yasudahlah bodo amat. Ada rasa sebel sih. Huh.
Akhirnya setelah satu jam setengah, resepsi dimulai. Ngiring penganten lagi dah ke pelaminan. Setelah itu, diajak sama bude-budenya buat langsung makan. Akhirnya kita semua pun mencar. Kebetulan tempat makan cowo dan cewe misah. Tapi makanan nya itu enakan di cowo. Yaudah gw ke tempat cowo deh. Disitu ada rizqi, emaknya, pakdenya, dan sepupunya. Tapi terus mereka ngilang lagi. Gw tetap bersama rizqi, jadi tenang. Lalu kita masuk kedalam ruangan, di tempat keluarga gitu. Yah gw tetep bengong aja. Berasa masih terasing disana, hiks. Nyokap nya pun juga udah kemana-mana, rizqi pun begitu, jadi gw mau ga mau ya bengong terasing. Mau ngajak ngobrol sodaranya pun bingung mau ngobrol apa. Paling sama salah satu sepupunya aja yg namanya de’ lia suka ngobrolnya. Dia pun suka minta fotoin pake kamera gw. Ya gw sih dengan senang hati, daripada ga ada kerjaan.
Pas acara mau selesai, keluarga intinya rizqi dipanggil untuk foto bersama mempelai. Gw pun bingung musti ikut apa ga, soalnya gw kan masih pacaran yang masih bukan siapa2. Tapi ternyata nyokapnya ngajak gw, yaudah akhirnya foto lah gw bersama keluarga intinya rizqi. Salam-salaman dulu. Terus mba syifa, penganten cewe nya, sangat ramah. Dia pun bilang “ayo sini-sini, mudah-mudahan ketularan yah” gw pun meng-aminin,haha.
Setelah kelar resepsi, de’Lia lagi-lagi minta fotoin di tempat-tempat yang menurut dia lucu. Yaudah gw fotoin deh. Terus nyokapnya rizqi ikutan, tapi sayang, udah digelapin pelaminannya. Eeeh abis itu keluarganya de’Lia minta fotoin dipelaminan, hadeeh jadi makin lama. Mana nyokapnya rizqi udah nyuruh2 turun, akhirnya fotonya buru-buru. Gw pun nyamperin dia. Hati udah mulai seneng dong soalnya mau pulang. Rasanya berbunga-bunga gitu. Eeeeeh tapi ternyata ga langsung pulang. Kita semua mampir dulu ke tempat penginapan budenya di pejompongan. Hadeeeh kepala gw mulai cenut-cenut.
Sampe penginapan, semuanya pada ganti baju. Gw? Kaga bawa baju ganti. Lha kirain bakal langsung pulang gitu, ihiks gerah beud dan gatel pula kena renda baju. Yah gw kembali bengang-bengong disitu. Roaming juga sih, soalnya pada ngomong bahasa Tegal. Gw Cuma duduk-duduk manis aja dan diem doang. Pasti pikiran keluarga nya rizqi, gw itu pendiem deh. Padahal sih gw ga begitu. Belum bisa mengeluarkan jati diri gw yg sebenernya *cailah*. Pada waktu itu, gw pun berharap rizqi datang ke kamar ini. Tapi baru lama, akhirnya dia datang, huhu.. pokoknya kentang banget lah gw disana. Rasanya tuh pengen pulang. Kepala juga cenat-cenut, sakit bgt, hiks menderita.
Jam stgh 4 sore, akhirnya nyokapnya pengen pulang. Alhamdulillah banget!!! Ih berbunga-bunga, seneng kaya dapet lotre gitu,hehe. Pas mau pulang seperti biasa salaman dan cipika-cipiki dulu sama keluarganya. Di mobil, gw pun Cuma diem aja, sebenernya nahan sakit kepala juga, hiks. Di tol jalanan pun agak macet, ga tau kenapa itu. Pas mau keluar tol, seperti nya akan ada pejabat yg mau lewat, soalnya di pintu keluar, udah steril gitu. Diduga itu pak beye mau lewat. Ah masa bodo lah, yg penting kita ga ikutan di stop, soalnya kebetulan pas mau keluar tol, jadi berasa pejabat juga ngelewatin jalan yg kosong melompong, hehe. Akhirnya nyampailah di masjid al-hawi, dimana mobilnya parkir. Maklum rumah gw kan di gang senggol. Yang nganter ke rumah Cuma rizqi aja, pas dirumah dia minta minum. Kesian haus gitu dan bibirnya kering. Abis itu dia pamit pulang dan ngucapin terima kasih ke gw. Huaaaaah gw pun rasanya legaaaa. Akhirnya ketemu kasuuur dan bisa rebahan.
Makasih ya buat Rizqi, pacarku yang baek buanget beserta keluarga besarnya. Maap kalo gw kebanyakan diam. Maklum gw bukan orang yang gampang beradaptasi.
Cheers!!!
Subscribe to:
Posts (Atom)